Bunda dan Amarah

Seorang bunda pasti kenal dekat dengan kemarahan, kejengkelan, dan teriakan. Sepertinya semua wanita ketika telah menjadi seornag ibu, mau tak mau akan berubah menjadi wanita yg gampang marah, cerewet, gamoang jengkel, dan mudah berteriak.
Ah mungkin diluar sana ada juga wanita2 kuat yang tenagguh yang akhirnya tidak melakukan hal hal tersebut. Tapi kebanyakan yah begitulah...
Padahal, kita sadar bahwa hal tersebut bukanlah hal yag baik. Bisa merusak hati anak anak dna bisa membuat mereka terluka.
Kita berusaha sekuat tenaga untuk tidka melakukan hal tersebut. Walau pada akhirnya hal itu akhirnya terjadi pula.
Lalu bagaimana cara kita mengatasinya? Tazkiyatun Nafs, dekat dekatlah dengan Allah. Banyak banyaklah beristighfar dan meminta bimbingan Nya dalam berkata dan berbuat.
Tapi bagaimana jika hal tersebut kita lakukan dna kita akan tetap kembali pada amarah?

Ini pesan ust Adriano Rusfi

Seorang bunda mengeluh : "Aku tak kunjung mampu mengendalikan amarahku terhadap anak-anakku. Aku telah berusaha untuk sabar. Tapi masa laluku membuatku sangat emosional".

Bunda, belajarlah untuk terus bersabar. Namun, jika ternyata engkau tak kunjung mampu, percayalah bahwa Allah telah menyiapkan anak-anakmu untuk sanggup dididik oleh bunda semacam dirimu.

Tutupilah kemarahanmu yang meluap dengan cinta yang meluap pula... Bersihkan kemarahan yang meluap lewat permintaan maaf yang meluap pula... Lalu berdoalah dengan harap yang meluap agar Allah menutupi segala kelemahanmu lewat kasih sayangNya yang meluap...

Posting Komentar

0 Komentar