Minggu, 08 Oktober 2017

TM bagiku dan Suami

Saya dan suami sebetulnya adalah dua orang dengan perbedaan yang sangat jelas. Bagai air dan api.

Yang satu begitu teratur, rapi, teliti, waspada, selalu teratur dalam melangkah. Pekerja keras yang fokus, bahkan tidak terlalu memperhatikan dirinya sendiri demi menjalankan tanggung jawabnya.
Baginya fokus pada tujuan yang menjadi tanggung jawab baginya adalah hal yang utama.
Berteman, berkomunitas, atau sekedar berkumpul bukanlah hal yang terlalu penting baginya.

Sedangkan yang satu adalah kelompok orang berotak kanan. Yang penuh ide, penuh mimpi dan khayalan. Tapi lemah dalam eksekusi. Hanya sebagian kecil sekali dari ide idenya yang berakhir jadi karya.
Cenderung lebih nyaman dalam ruangan yang hangat, penuh dengan barang barang berserakan sebagai booster bagi ide idenya.
Tidak terlalu dapat memperhatikan hal hal yang detil, cenderung pelupa, dan berantakan.
Penuh semangat, selalu ingin melayani dan mengembangkan orang lain. Dan komunitas, teman, sahabat, dan kelompok adalah hal yang penting bagi hidupnya.

Satu hal yang sama dari keduanya. Yaitu sama sama maximazer. Perfectionist. Selalu menuntut hal yang terbaik dari segala sesuatu.
Termasuk juga perfectionist dalam menuntut pasangan masing masing.

Nah bayangkan bagaimana jika kedua orang tersebut dipersatukan.

Banyak missed tentu saja.
Masing masing menuntut pasangan agar bisa _perfect_ sesuai dengan gayanya.
Tentu saja gak akan nyambung pasti.

Beruntung nya adalah keduanya telah memiliki komitmen dan visi yang sama sejak pernikahan. Hingga bisa bertahan walau banyak perbedaan.
Tapi tetap saja sulit melangkah bersama. Karena walau memiliki tujuan yang sama, tapi masing masing memiki jalan yang berbeda. Hingga sering terjadi tarik menarik. Dan semua hanya jalan di tempat saja.

Hingga akhirnya kami bertemu abah Rama Royani. Penemu TM. Kami berkonsultasi berdua berdampingan.

Abah dengan TM nya membuka mata kami berdua. Ternyata memang 7 tema bakat suami adalah 7 tema bakat saya yang terbawah, dan sebaliknya.
Hanya maximazer saja yang sama.

Disitu abah menjelaskan kekuatan2 serta kelemahan masing masing dari kami.
Dan bagaimana sebaiknya kami berkolaborasi sebagai suami istri.

Alhamdulillah hal tersebut dapat membuka mata hati kami berdua.

Banyak perbedaan tidak serta merta membuat kami harus saling melemahkan. Tapi sebaliknya, justru hal tersebut yang membuat kami semakin kuat. Semakin banyak yg bisa kami lakukan berdua.

Dari situlah salah satu cerita hingga saya dan pak suami @⁨Aa Edi Shrek⁩ bisa menyepakati Rumah Bintang sebagai family Branding. Dengan segudang filosofi yang kami sepakati

Semoga dapat seterusnya hingga akhir waktu😊🙏

Assessment Tool terbaik bagi anak

Assessment Tools Terbaik bagi Anak

Demam bayi jenius rupanya masih terus berlangsung. Kata "sejak dini" menjadi seperti Tuhan baru bagi orangtua lebay obsesif. Pokoknya jika anak mau hebat di masa depan seperti tokoh ini atau tokoh itu maka semuanya harus dimulai sejak dini. Sekolah sejak dini, bisa membaca sejak dini, hafal sejak dini, dikenali bakat sejak dini, dipesantren sejak dini, menjadi profesor sejak dini dstnya.

Termasuk dalam hal bakat. Selalu saja para orangtua ĺebay obsesif ini, ingin anak mereka ditemukan bakatnya sejak dini kalau perlu sejak embrio. Seperti biasa, kepanikan ini disambut oleh "enterpreneur" yang tak memahami mendalam perkembangan anak dan serakah, lalu munculah berbagai assessment tools atau alat uji untuk mengetahui bakat anak sedini mungkin.

Padahal,

1. Adanya fitrah perkembangan manusia, bahwa semuanya berproses alamiah, tidak berlaku kaidah makin cepat makin baik. Justru makin cepat makin rusak. Ketergesaan melabelkan anak sejak dini dengan bakat tertentu adalah perbuatan gegabah dan zhalim. Bakat sebagai aktifitas produktif yang sangat disukai dan hasilnya bagus, baru bisa terlihat secepatnya di usia 10 tahun. Bakat sebagai peran baru ajeg di usia 14 tahun ke atas. Bagaimana bisa ada alat yang "sim salabim" mengetahui bakat anak hanya dengan melihat retina, sidik jari, dstnya.

2. Alat Uji atau Assessment tools terbaik sesungguhnya adalah observasi kedua orangtuanya. Allah titipkan fitrah anak kepada kedua orangtua sebagai amanah untuk dirawat dan ditumbuhkan atas fitrah itu dengan sebaik baiknya. Karenanya, betapa penting membersamai (bukan cuma menemani) anak, agar para orangtua bisa mengamati dari sehari ke sehari dengan tulus dan penuh empati perkembangan setiap aspek fitrah anaknya maupun profilnya. Orangtua ibarat petani, maka setiap anak ibarat tanaman yang unik, karenanya perlu dirawat dan diobservasi terus menerus sejak masih benih dari sehari ke sehari sampai tumbuh besar dan berbuah.

3. Pengamatan atas Bakat maupun Gaya Belajar bukanlah segalanya. Ada aspek fitrah lainnya yang memerlukan tangan dan hati yang tulus untuk dirawat, diobservasi dan ditumbuhkan. Banyak orang berbakat dan pembelajar yang hebat namun tidak beradab, tak bertuhan atau setidaknya tidak bergairah pada agamanya, merusak alam atau setidaknya tidak peduli kelestarian alam, menyengsarakan banyak orang dengan penemuannya, kehilangan fitrah keibuan atau fitrah keayahan sehingga menjadi ayah atau ibu yang buruk, menjadi homo atau lesbi, anti sosial, lambat dewasa dstnya.

Pendidikan berbasis fitrah bukan hanya bicara bakat dan belajar serta nalar, namun bicara tentang keimanan, estetika, seksualitas, individualitas, sosialitas, jasmani juga interaksinya dengan alam, kehidupan, kearifan lokal, zaman dan juga Kitabullah.

Pendidikan berbasis fitrah juga mendorong agar orangtua mendidik anak sesuai fitrah anak, namun juga mendorong agar para orangtua kembali kepada fitrah nya sendiri.

Mari menjadi orangtua yang kembali kepada fitrahnya, kembali mendidik sesuai fitrah. Jadilah orangtua yang rileks dan optimis, tidak lebay obsesif atau lalai pesimis, karena kita mengandalkan keyakinannya hanya kepada Allah, menajamkan intuisi dan nalurinya sebagai orangtua dalam mendidik karena kitalah versi orangtua terbaik menurut Allah bagi anak anak kita. Tentu saja jika kita menyambut panggilanNya untuk menjadi orangtua bagi anak anak kita.

Salam Pendidikan Peradaban

#fitrahbasededucation
#pendidikanberbasisfitrah dan akhlak

Oleh ust.  Harry Santosa

Selasa, 03 Oktober 2017

Aliran Rasa Materi level 8 Cerdas Financial

Ahhhh.....
Pengen teriak teriak, terus guling guling gigitin gulingnya sekalian.
Itu perasaan saya mengikuti materi level 8 ini sampai selesai review kemarin.
Campur aduk deh perasaannya.
Antara bahagia karena menemukan emas permata. Sebuah materi baru yang selama ini dirindukan. Materi yang betul betul dibutuhkan.
Tapi juga kesel, gemes, dan sedih. Karena ternyata banyaaaaak.... sekali hal hal yang terlewat. Ternyata pengetahuan saya masih snagat minim tentang pengelolaan financial ini.
Bahwa ternyata selmaa ini saya banyak salah ngatur uang.
Dna ternyata pengaturan keuangan itu bukan hanya berapa besar jumlah uang yang kita miliki. Tapi seberapa jauh kecerdikan kita dalma mensiasati nya.
Juga tentang mental kaya.
Ini juga perlu banyak perbaikan dan perubahan.
Satu hal yang saya sadari. Bahwa memang merubah persepsi, merubah kebiasaan bukanlah hal yang instan. Perlu waktu dan perlu perjuangan.
Semoga setelah memahami materi ini akan dapat membawa saya dan keluarga pada bgaian yang lebih baik dlaam hal pengelolaan keuangan

Senin, 02 Oktober 2017

Review level 8

_Institut Ibu Profesional_
_Review Materi Sesi 8_

*CERDAS FINANSIAL IBU  BERPENGARUH PADA ANAK*

Bunda, terima kasih sudah menyelesaikan tantangan di kelas bunda sayang yang ke #8 kali ini. Kita sudah melewati 2/3 perjalanan kita.

Sejatinya di materi kali ini kita ditantang untuk menjadi cerdas finansial dengan cara memandu anak-anak  ( Learning by Teaching).

Maka langkah yang kita ambil adalah memahamkan diri kita terlebih dahulu  bahwa uang adalah bagian kecil dari rezeki.

Selanjutnya belajar mengelola uang, membaginya kepada yang berhak, membedakan keinginan serta kebutuhan.

Kita sedang tumbuh bersama anak dengan menjadi teladan, sehingga anak ikut belajar mengelola uang dan bertanggung jawab terhadap bagian rezeki yang didapatkan di dalam kehidupan ini.

Maka kuncinya adalah mulai dari orangtuanya.

Salah satu peran kita sebagai Ibu bukanlah untuk mengkhawatirkan rizqi keluarga, melainkan menyiapkan sebuah jawaban “Dari Mana” dan “Untuk Apa” atas setiap karunia yang diberikan kepada anak dan keluarga kita.

Peran tersebut perlu ilmu.

*Hargai dengan baik segala ikhtiar pekerjaan menjemput rejeki,  baik yang kita lakukan maupun yang dilakukan pasangan kita. Hal ini membuat penghasilan yang akan diterima akan lebih berharga*

Anak-anak harus paham, tidak ada pekerjaan yang hina di muka bumi ini selama untuk menjemput rejeki yang halal.

*Habiskan uang di jalan yang benar*

Kebiasaan lama kita adalah menyisakan uang agar bisa menabung, investasi dan lain-lain. Namanya menyisakan pasti kecil.

Maka ubah dengan cara merencanakan dengan baik, dan habiskan uang di jalan yang benar.

Contoh :

_Cashflow orang yang bermental miskin_

Pendapatan 100

Pengeluaran:
Shopping 57,5
Cicilan hutang 30
Sosial 2,5
--------------------------------
Sisa 10 baru ditabung

_Cashflow orang yang bermental kaya_

Pendapatan 100

Pengeluaran :
Zakat, infaq, sedekah 2,5
Cicilan hutang 30
Investasi 10
Kebutuhan pribadi  57,5
---------------------------------------
Sisa 0

Dua cashflow di atas angkanya sama tapi beda.

Di cashflow orang yang bermental miskin, pengeluaran pertama adalah untuk memenuhi hak diri sendiri dulu, baru hak orang lain ( cicilan hutang dsb), hak untuk Allah, apabila ingat, dan sisanya baru ditabung atau investasi.

Sedangkan cashflow orang yang bermental kaya, sudah siap menghabiskan pendapatannya di jalan yang benar, dengan prioritas sbb :
☘Hak Allah terlebih dahulu ditunaikan.
☘Menyelesaikan hak orang lain (mis :cicilan hutang)
☘Menganggarkan untuk investasi
☘Baru memenuhi kebutuhan kita sendiri

Habis tak bersisa.

Pertanyaannya sekarang,

*Ingin memiliki anak-anak yang bermental kaya atau bermental miskin?*

Mental ini akan menentukan gaya hidup seseorang. Orang yang bermental kaya selalu ingin berbagi, meninggikan kemuliaan dengan _tangannya di atas_ meski pendapatan yang diterima kecil.

Sedangkan orang yang bermental miskin, selalu berharap menerima sesuatu, lebih merelakan _tangan di bawah_ meski pendapatannya besar.

Orang yang bermental miskin membeli sesuatu sesuai "selera" dan membeli di saat "bisa"

Orang yang bermental kaya membeli sesuatu sesuai "fungsi"  dan membeli di saat "perlu".

Sebenarnya,

*Biaya hidup itu murah, yang mahal adalah gaya hidup*

Selamat berproses, karena cerdas finansial, tidak hanya berkaitan dengan cashflow dan rupiah yang kita catat, tapi lebih dari itu,  erat kaitannya dengan mendidik mental anak kita dan menanamkan pola gaya hidup yang benar.

Salam Ibu Profesional,

/Tim Fasilitator Bunda Sayang Nasional/

📚Sumber Bacaan :
_Ahmad Ghozali, Habiskan Saja Gajimu, Jakarta, 2010_

_Institut Ibu Profesional, Bunda Produktif, 2015_

Sabtu, 30 September 2017

Makan di Rumah Makan

Malam ini kami memutuskan untuk makna di luar. Malam Minggu malam yang tepat untuk kumpul keluarga. Dan makan malam seperti ini adalah waktu yang tepat untuk sekedar ngobrol dan berbagi satu sama lain
Saat memilih menu adalah waktu yang penting saat makan diluar. Kami masing masing bisa memilih makanan kesukaan.
Tapi sudah menjadi kebiasaan kami selalu mempertimbangkan berbagai hal dalam memilih. Termasuk juga harga yang pantas.
Hal ini belum dipahami oleh si kecil, karena memang dia belum memahami konsep mahal atau murha dlaam hal menu makanan seperti ini.
Dan malam ini kesempatan untuk memberinya pemahaman tentang hal ini.
Mahal itu bukan hanya dilihat dari nominal rupiahnya. Tapi perlu dilihat keseimbangan bentuk, kualitas, pelayanan, dan rasa.

Kullwap TM di Lombok

Talent mapping on the go

[29/9 19.14] ‪+62 831-2999-8681‬: 🐝🌼🌼🌼🌼🌼🐝

Materi Pengantar Talents Mapping on The Go
✍✍✍✍✍✍
Jumat 29 September 2017
pk 20.30 - 22.00 wita / 19.30 - 21.00 wib

Talents Mapping Assesment
Oleh: *Rima Meilani*

`Pernahkah kita berfikir mengapa kita sampai terlahir di dunia ini? Apakah hanya karena semata Ayah dan Bunda kita menikah saja?
Pernah terpikirkah apa tujuan kita terlahir di dunia ini?

Untuk beribadah pada Allah SWT. Tentu saja.

Tetapi pernahkah kita berfikir, Mengapa saya, mengapa dilahirkan saat ini, dan di sini ?
Karena kita semua yakin bahwa Allah tidak pernah menciptakan sesuatu dengan sia sia. Termasuk kita tentunya.

Adakah maksud maksud tertentu akan kehadiran kita di muka bumi ini?

Adakah misi spesifik, tujuan khusus atas kelahiran kita disini?

Lalu kemudian beralih pada fitrah yang kita miliki.
Mengapa tidak ada satu orang pun di muka bumi ini yang memiliki sifat, karakter, dan kebiasaan yang sama?`
Apakah tujuannya?
Jika kita menelaah dan memahami lebih jauh surat Al Israa ayat 84. ”Katakanlah (Muhammad), “Setiap orang berbuat sesuai dengan pembawaannya masing-masing.” Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya."

Disana dijelaskan bahwa tiap manusia akan berbuat sesuai dengan pembawaannya. Syakillah, fitrah, bawaan.

Mengapa?  Lebih lanjut lagi…
Bahwa tiap manusia ketika dilahirkan ke dunia, mereka mempunyai misi spesifik yang harus ditunaikan. Untuk membantu menyelesaikan misi tersebut, Allah memberikan potensi2 kekuatan yang berupa fitur unik atau lebih kita kenal sebagai fitrah.

Definisi bakat dalam Talents Mapping diambil dari sana. *Yaitu sebuah sifat (personality) yang produktif. Yang apabila digunakan akan memberikan manfaat sebesar besarnya untuk menghasilan sesuatu.*

Lalu bagaimana kita memahami bakat kita?
Tentu saja kita perlu lebih memahami, memperhatikan,  dan menyelami diri kita sendiri. Agar kita lebih mengenal siapa diri kita, apa saja yang menjadi potensi kekuatan2 dalam diri kita, dan apa yang menjadi kelemahan dalam diri.
Ada rumus dalam TM untuk memahami apakah sesuatu itu bakat/kekuatan kita atau bukan.
Ciri ciri bakat :
1⃣Yearning (nagih). Hasrat ingin terus melakukan suatu aktivitas tertentu yang membuat sering lupa waktu.
2⃣Rapid Learning. Saat mempelajari sesuatu jadi terasa begitu mudah.
3⃣Flow. Menjalankan sesuatu mengalir begitu saja. Persiapan minimal, hasilnya maksimal.
4⃣Glimpses of excellent. Aktivitas tertentu memperlihatkan sekelebat keunggulan anda.
5⃣Satisfication. Kepuasan hati dalam menjalankan sebuah aktivitas yang membuat anda ingin segera melakukannya kembali.

Jadi mengapa memahami bakat itu penting? 
_Karena bakat berhubungan dengan misi spesifik hidup kita. Karena dengan bakatlah kita akan dapat menyelesaikan dan menuntaskan misi hidup kita._
Apakah misi kita yang menjadi alasan keberadaan kita di muka bumi ini akan tercapai, sukses, atau bahkan gagal, failed.

Memahami bakat, artinya memahami diri kita sendiri.

Sebuah petuah bijak menyebutkan : “`Man ‘Arafa Nafsahu Faqad ‘Arafa Rabbahu.“` _Barang siapa yang mengenal dirinya, sungguh ia telah mengenal Tuhannya

🏂🤺⛹🏼🤾🏼‍♂🏇🏻🏊‍♀👩‍🎓
[29/9 19.17] ‪+62 831-2999-8681‬: *manusia punya misi penciptaan yang spesifik yg harus ditunaikan, untuk itu Allah swt membekali kita dengan Fitrah salah satunya apakah fitrah Bakat*
[29/9 19.44] ‪+62 821-6505-5312‬: *1⃣ Ary Satiwi*
Apakah selain 5 kategori itu tdk ada lagi bakat ? Atau bisa dianggap tdk berbakat?
[29/9 19.46] ‪+62 899-6669-014‬: Baik bun Ary, salam kenal.
Itu yang 5 saya tulis di atas bukan bakat ya bun.
Itu adalah ciri ciri bakat.
Jadi kriteria bakat itu harus memenuhi kelima kriteria di atas.

Perlu di pahami dari awal.
Bahwa pengertian bakat itu sebwtulnya banyak

Tapi malam ini kita membicarakan bakat berdasarkan Talents Mapping.
Pengertian bakat dalam Talents Mapping adalah karakter, sifat, atau kebiasaan yang produktif.
Nah ciri2 dan kriterianya adalah keliama hal di atas
[29/9 19.48] ‪+62 821-6505-5312‬: *2⃣Assalamu'alaikum*
*Ekadewy - Banyumas Raya*

Pertanyaan :
Jika seseorang merasakan senang dlm berbagi informasi misal menjadi pembicara dlm suatu kesempatan dan sangat bersemangat untuk kesempatan yg berikutnya namun masih ada perasaan spt dag-dig-dug yg luar biasa, tdk pede, bahkan terlintas juga untuk tdk jd pembicara di kesempatan berikutnya (perasaan itu kira2 10%).
Dan jika ia bisa melewati perasaan tersebut dan tetap menjadi pembicara dikesempatan berikut2nya ia merasa sangat bahagia Krn bisa berbagi info dgn orang lain.
Dan hal tsb selalu ingin terulang, namun tetap perasaan itu jg selalu dtng.
Apakah hal itu bisa dinamakan bakat ?
Kenapa kah ada perasaan tersebut ?

Terimakasih
Wassalamu'alaikum
[29/9 19.54] ‪+62 899-6669-014‬: Dag dig dug atau takut bisa jadi karena kurangnya pengalaman dan pengetahuan. Dan itu wajar. Apalagi jika di depan umum. Dan saya yakin bahkan pembicara yg sudah hot sekalipun kadang merasakan hal yang sama. Apalagi jika yang dihadapi orang2 yang menurutnya membuat grogi. Ini psikologis ya.

Tapi terlepas dari itu semua. Dalam TM dikenal adanya urutan bakat. Bahwa bakat seseorang itu gak cmn satu. Tapi ada bakat2 lain yg mempengaruhi.
Menurut cerita bun Eka tadi, kemungkinan bun Eka punya bakat developer senang mendidik dan memajukan orang lain. Tapi mungkin bakat significance nya gak terlalu di atas.

Karena nanti jika kita mau dalami bakat seorang pendidik ininpun akhirnya macam2.
Ada pendidik yang senang tampil di depan banyak orang, atau hanya ruang kelas aja, atau bahkan ada yg perlu mendidiknya malah harus face by face.
Begitu mba. Bakat itu unik. Semua ornag hasilnya unik. Akan berbeda dengan yang lain✅
[29/9 19.56] ‪+62 821-6505-5312‬: *✍🏻 Bakat itu unik. Semua orang hasilnya unik. Akan berbeda dengan yang lain.*
[29/9 19.56] ‪+62 821-6505-5312‬: *3⃣ Nisa-pekalongan*

Bagaimana membuat portofolio untuk anak yang hobby ngobrol ya bu? 😅anak saya gaya belajarnya lebih suka onthespot, bertanya saat berkegitan..dia kurang nyaman dengan gaya belajar terstruktur,bisa dibilang apa yang dikerjakan dengan  semangat dan tidak pernah merasa bosan semua berasal dari inisiatif dia itupun lebih banyak ke ngobrol dan bercerita..
[29/9 19.59] ‪+62 899-6669-014‬: Bainya terus diamati aja mba. Terus ditulis semua perkembangan anak.
Sifat, karakter, kebiasaan, dan semua hal hal uniknya terus diobservasi.
Jangan lupa saat observasi bukan hanya dengan mata ya. *Observasi bakat anak tidaklah cukup hanya dengan mata*
Perlu hati, tangan, kaki, mulut, dan semua indera kita untuk mengobservasinya.
Agar kita betul betul memahami apa yang sebetulnya anak kita lakukan. Apa, mangapa, bagaimana, dan bagaimana jika...
Tidak perlu terburu buru dengan bakat anak.
Rileks tapi terus dampingi mereka.

[29/9 20.00] ‪+62 821-6505-5312‬: *✍🏻 Observasi bakat anak tidaklah cukup hanya dengan mata*
*Perlu hati, tangan, kaki, mulut, dan semua indera kita untuk mengobservasinya.*
[29/9 20.03] ‪+62 821-6505-5312‬: *➡ Tanggapan Bunda Ary*

Maksudnya apabila ciri cirinya tdk ditemukan dalam diri kita misalnya..apakah berarti tdk punya bakat ya
[29/9 20.04] ‪+62 899-6669-014‬: Baik syaa akan mulai dari cerita bakat dari awal dlu ya...

Jadi begini, Allah menciptakan manusia tujuannya untuk....
[29/9 20.08] ‪+62 899-6669-014‬: Nah sekarang begini. Kita semua meyakini ya kalo Allah menciptakan sesuatu itu ada tujuannya. Ada misi yh spesifiknya.
Bahkan daun jatuh selembar pun ada tyjuannya. Diketahui oleh Allah SWT
[29/9 20.09] ‪+62 899-6669-014‬: Teemasuk manusia

Bahwa kita diciptakan selain mengemban misi utama tadi, kita pun memiliki misi spesifik. Misi hidup masing2
[29/9 20.10] ‪+62 899-6669-014‬: Misi yg beebeda stu sama lain
[29/9 20.11] ‪+62 899-6669-014‬: Pernah gak kepikiran apa maksud Allah menciptakan kita disni, saat ini, dilingkungan ini?

Apakah tidka bertujuan?

Tentu tidak. Swmua ada maksud dan tujuannya
[29/9 20.11] ‪+62 899-6669-014‬: Termasuk dalam penciptaan diri kita
[29/9 20.11] ‪+62 899-6669-014‬: Sesungguhnya kita masing2 memiliki misi hidup spesifik. Yang menjadi alsan keberadaan kita di muka bumi
[29/9 20.12] ‪+62 899-6669-014‬: Dan Allah tidka menciptakan kita dgn misi begitu saja
[29/9 20.15] ‪+62 899-6669-014‬: Allah sudah menyiapkan amunisi2 lengkap buat kita utk dpt menjalankan misi tersebut.

Allah menitipkan fitur2 unik bagi kita agar dapat menjalankan misi kita.

Nah fitu2 unik inilah yang akhirnya kita kenal swbagai fitrah bakat.
[29/9 20.15] ‪+62 899-6669-014‬: Jadi kesimpulannya, semua ornag punya bakat
Karena itu fitrah Allah yg diberikan pada setiap manusia
[29/9 20.28] ‪+62 831-2999-8681‬: Penanya 4
4⃣ Iis-bekasi utara
Saya belum menemukan apakah yang saya lakukan ini adalah bakat saya, saya menyukai anak-anak, dan suka mendidik dan mengajarkan mereka tentang apa saja. Apapun yang berhubungan dengan dunia anak2. Jika ini bakat saya, bagaimana cara memaksimalkan bakat saya agar misi spesifik saya bermanfaat bagi diri saya, keluarga dan masyarakat, dan menjadi sesuatu yang produktif?
[29/9 20.29] ‪+62 899-6669-014‬: Bunda Iis, jika memang bunda merasa kesemua hal tersebut sudah memnuhi kriteria yang tadi disebutkan di atas, maka bis ajadi ya itu bakat bunda.
Sering lakukan hal yang menjadi bakat kita. Lakukan terus agar makin banyak memberikan manfaat bagi banyak orang

Lalu bagaimana cara nya agar dapat menebar manfaat bagi banyak ornag?

Banyak hal yang bisa dilakukan. Misal menjadi guru TK, atau membuat playdate dengan anak anak disekitar, dan lain sebagainya

[29/9 20.35] ‪+62 831-2999-8681‬: Pertanyaan ke 5
5⃣ novi cilacap (banyumas raya)
Merujuk dari jawaban mba rima yang ini..
Disitu dijelaskan bahwa bakat itu bisa tidak hanya satu..
Agar tau mana bakat yang paling significance yang mana itu bagaimana?
Jika ternyata selama ini merasa semua dalam kedudukanya sama.. maksudnya beberapa hal dirasa memiliki ciri2 kegemaran(bakat) yg sudah dijelaskan dimateri itu sama..
[29/9 20.37] ‪+62 899-6669-014‬: Nah untuk memahami ini kita perlu memahami juga tentang TM.
Tentang tema tema bakat uang ada. Semua ada 34 sifat.
Ke 34 sifat tema bakat itu diterjemahkan menjadi 30 aktivitas produktif.

Insyaallah jika ada waktu luang kita bahas lagi ini lebih detil.
Perlu waktu khusus untuk membahas hal ini.

Jika masih bingung memang disarankan untuk mengikuti assessment nya agar lebih tau urutan bakat yang dimiliki ✅
[29/9 20.39] ‪+62 831-2999-8681‬: *disarankan untuk assessment agar tau urutan bakat yang dimiliki*
Noted
[29/9 20.43] ‪+62 831-2999-8681‬: 6⃣Ummu Nada-Semarang.
Bagaimana step by step memastikan bakat anak usia 5th.
Kegiatan apa saja tepatnya yg bisa dilakukan sebagai stimulan untuk pemetaan bakatnya?
[29/9 20.45] ‪+62 899-6669-014‬: Rileks saja bunda Nada, usia 5 tahun masih usia eksplorasi. Anak masih akan masih sangat senang mencoba, mengeksplorasi sekitar.

Berikan banyak ragam kegiatan, banyak wawasan, dan banyak berinteraksi dengan orang.

Jangan lupa untuk terus observasi, tuliskan hasil observasi tersebut dalam portofolio, terus amati agar bisa mendapat benang merah sifat sifat produktifnya kelak
[29/9 20.47] ‪+62 831-2999-8681‬: *usia 5 tahun masih usia eksplorasi. Anak masih senang mencoba, mengeksplorasi sekitar*
[29/9 20.52] ‪+62 859-3305-3292‬: 8⃣Assalamu'alaykum mbak rima.. saya sri ningsih dari Lombok
pertanyaannya melihat dr kelima kriteria diatas, saya merasa bakat saya berkaitan dengan membuat barang2 kreasi misalnya kerajinan flanel. tapi jika kerajinannya sudah jadi, tidak akan disentuh lagi atau lama baru dimulai lagi.. apakah itu bisa disebut bakat? terus untuk mengikuti TM assesment itu bagaimana ya caranya? apakah di semua daerah ada??
[29/9 21.00] ‪+62 899-6669-014‬: Salah satu ciri bakat adalah kita tidak akan pernah merasa bosan melakukan apa yang menjadi bakat kita. Tidak akan lelah, dan akan terus menerus meminta untuk dilakukan.
Jadi jika belim memenuhi syarat itu, mungkin bukan.
Dan sekali lagi bakat itu bukan hanya menyangkut kegiatan fisik, tapi juga sifat dan karakter

Untuk assessment TM bisa dilakukan dimana saja karena bisa tes online. Termasuk konsultasinya bisa via online.
Bisa menghubungi saya atau parktisi2 TM lainnya✅
[29/9 21.07] ‪+62 899-6669-014‬: Yang pasti kita harus yakini adalah...

Bahwa setiap manusia diciptakan unik. Tidak ada satu manusia pun yang sama persis dengan manusia lain.

Kita semua unik...

Dan kita semua adalah special

Limited Edition

Dan bahwa kita hidup di dunia ini memiliki misi hidup yang diemban. Sebuah misi spesifik yang menajdi alasan penciptaan kita di dunia.

Mari sama sama kita mentafakuri apa yang menjadi alsan keberadaan kita di dunia ini. Apakah yang kita lakukan telah sesuai dengan kehendak Nya.
Agar dapat menebar sebanyak banyaknya manfaat bagi manusia

Dan manusia yang terbaik adalah yang paling banyak bermanfaat bagi sekitar😊🙏
[29/9 21.08] ‪+62 899-6669-014‬: Mohon maaf atas segala kesalahn, terima kasih atas perhatiannya😊🙏
[29/9 21.08] ‪+62 899-6669-014‬: Wassalammualaikum wr.wb

Jumat, 29 September 2017

Kullwap TM di IIP ASEAN

RESUME KULWHAP TALENTS MAPPING FOR CHILDREN

RESUME KULWHAP TALENTS MAPPING FOR CHILDREN

Pelaksanaan :

Hari, tanggal : Jum’at, 22 September 2017

Waktu : 20.30 SGT atau 19.30 WIB

Moderator :

1. Dieni Rachmawaty

2. Ramadhany Agatha

Notulen :

Ita Utami Aidid

Pemateri :

Nama : Rima Melanie Puspitasari
Tanggal Lahir : 22 Agustus
Nama Suami : Herdi Paputungan
Nama Anak :
1. Ghazy Kharisma Paputungan (12 tahun)
2. M. Al Fawwaz Sinathrya Paputungan (4 tahun 10bulan)

Aktivitas
1. Home educator
2. Rumah konsultasi bakat
3. Santri Abah Rama
4. Konsultan Talent Mapping

Alamat :
Jalan Pertabatan 1 Gg.1 no.125 RT 03 RW 01 Kelurahan Purwokerto Kidul Kabupaten Banyumas 53147

Materi :

1.Pemahaman diri

Pernahkah kita berfikir mengapa kita sampai terlahir di dunia ini? 
Apakah hanya karena semata Ayah dan Bunda kita menikah saja?
Pernah terpikirkah apa tujuan kita terlahir di dunia ini?

Untuk beribadah pada Allah SWT. Tentu saja.

Tetapi pernahkah kita berfikir, Mengapa saya, mengapa dilahirkan saat ini, dan di sini ? 
Karena kita semua yakin bahwa Allah tidak pernah menciptakan sesuatu dengan sia sia. Termasuk kita tentunya.

Adakah maksud-maksud tertentu akan kehadiran kita di muka bumi ini?

Adakah misi spesifik, tujuan khusus atas kelahiran kita disini?

Lalu kemudian beralih pada fitrah yang kita miliki.
Mengapa tidak ada satu orang pun di muka bumi ini yang memiliki sifat, karakter, dan kebiasaan yang sama?
Apakah tujuannya?
Jika kita menelaah dan memahami lebih jauh surat Al Israa ayat 84. ”Katakanlah (Muhammad), “Setiap orang berbuat sesuai dengan pembawaannya masing-masing. Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya."

Disana dijelaskan bahwa tiap manusia akan berbuat sesuai dengan pembawaannya. Syakillah, fitrah, bawaan.

Mengapa?Lebih lanjut lagi…
Bahwa tiap manusia ketika dilahirkan ke dunia, mereka mempunyai misi spesifik yang harus ditunaikan.

Untuk membantu menyelesaikan misi tersebut, Allah memberikan potensi2 kekuatan yang berupa fitur unik atau lebih kita kenal sebagai FITRAH.

Definisi bakat dalam Talents Mapping diambil dari sana. Yaitu sebuah sifat (personality) yang produktif. Yang apabila digunakan akan memberikan manfaat sebesar besarnya untuk menghasilan sesuatu.

Lalu bagaimana kita memahami bakat kita?

Tentu saja kita perlu lebih memahami, memperhatikan, dan menyelami diri kita sendiri. Agar kita lebih mengenal siapa diri kita, apa saja yang menjadi potensi kekuatan2 dalam diri kita, dan apa yang menjadi kelemahan dalam diri.

Ada rumus dalam TM untuk memahami apakah sesuatu itu bakat/kekuatan kita atau bukan.

Ciri ciri bakat:

Yearning (nagih). Hasrat ingin terus melakukan suatu aktivitas tertentu yang membuat sering lupa waktu.Rapid Learning. Saat mempelajari sesuatu jadi terasa begitu mudah.Flow. Menjalankan sesuatu mengalir begitu saja. Persiapan minimal, hasilnya maksimal.Glimpses of excellent. Aktivitas tertentu memperlihatkan sekelebat keunggulan anda.Satisfication. Kepuasan hati dalam menjalankan sebuah aktivitas yang membuat anda ingin segera melakukannya kembali.

Jadi mengapa memahami bakat itu penting?  

Karena bakat berhubungan dengan misi spesifik hidup kita. Karena dengan bakatlah kita akan dapat menyelesaikan dan menuntaskan misi hidup kita. Apakah misi kita yang menjadi alasan keberadaan kita di muka bumi ini akan tercapai, sukses, atau bahkan gagal, failed.

Memahami bakat, artinya memahami diri kita sendiri.

Sebuah petuah bijak menyebutkan : “`Man ‘Arafa Nafsahu Faqad ‘Arafa Rabbahu.“` Barang siapa yang mengenal dirinya, sungguh ia telah mengenal Tuhannya

2. Bakat anak

"Setiap Anak Pasti Berbakat"

Seorang ibu merenung di sudut ruang tamu. Hatinya gundah, kecewa, dan sedih. Bagaimana tidak, ditempat arisan tadi teman temannya sibuk membanggakan prestasi anak anak mereka. Seperti Rayhan anak bu Yuli yang baru saja menyabet medali emas cabang taekwondo di Porda kemaren. Juga Agnes yang yang baru saja lolos audisi pemilihan bintang tarik suara. Atau Bagas yang mewakili sekolah dalam olimpiade matematika. 

Si ibu merasa sedih mengapa anaknya, Doni tidak seprti anak anak lain? Mengapa anakanya tidak memiliki prestasi apapun? Jangankan meraih medali emas, mengikuti perlombaan pun Doni segan. Tidak suka memilki bakat, begitu yang dikatakan temannya untuk menyindir Doni. 
Benarkah anak semata wayangnya itu tidak memiliki bakat? Pentingkah bakat? Lalu jika iya bagaimna dengan masa depan Doni?
Benarkah Allah hanya memberi bakat pada orang orang tertentu saja? Atau orang tuanyalah yang belum mengenal bakat anaknya?

Sesungguhnya Allah maha adil. Jika satu orang diberikan bakat, maka begitu juga yang lain. Bakat adalah salah satu dari fitrah yang diberikan oleh Allah pada setiap manusia dalam awal penciptaaanya. Bakat itu fitur unik, fitrah yg telah terinstal sebelum seorang manusia dilahirkan. Ada dua sumber yang bisa didefinisikan sebagai bakat. Yaitu potensi fisik/panca indera(ini yang biasa kita kenal sebagai bakat selama ini) misalnya melukis, menari, acting, olahraga, dsb.  Dan ada pula potensi berupa sifat produktif. 

Inilah mengapa selama ini kita menganggap hanya orang tertentu saja yang memiliki bakat. Karena kita selama ini mengenal bakat hanya dari kelebihan fisik atau inderwi saja. Sedangkan sifat produktif tidak kita anggap sebagai bagian dari bakat. Inilah yang disebut dengan Potensi kekuatan

Rumus yang paling mudah  untuk menemukan bakat anak adalah dengan 4E. Easy, Enjoy, Excellent, dan Earn.

Lalu bagaimana cara mengetahui bakat anak?

 Memahami bakat yang dimiliki orang tuanya.Memberikan banyak pengalaman dan pengetahuan.
Ada beberapa anak yang cepat menemukan AHA nya, ada beberapa yang membutuhkan waktu yang lebih panjang untuk itu. Ini berhubungan dengan pengalaman dan pengetahuan tadi. Maka memberikan banyak pengalaman akan sangat membantu anak untuk mnemukan passion, minat, dan bakatnya. Bu Septi memperkanalkannya dengan Pandu 45. Memberikan banyak ragam kegiatan, akan membantunya menemukan apa yang paling dia sukai.Emisol
Empati (Menyerap)
Imajinasi (Mengolah)
Solusi (Menyajikan)

Menyerap adalah bagian dari proses mengamati anak, bisa dilakukan dengan mengamati saat melakukan kegiatan bersama, dokumentasi kegiatan, juga dengan banyak bertanya. Kemudian diolah/dipikirkan kemungkinan kemungkinan terbaiknya, dan terakhir disajikan sebagai sebuah solusi kegiatan. Ulangi proses secara berputar (melingkar) dan selalu dipikirkan untuk mekar. Mekar di sini adalah usaha untuk mempertajam/mengasah bakat anaknya.Membuat catatan atau portofolio. 
Catatan2 khusus ini akan kita perlukan untuk akhirnya dapat mengelompokkan mana yang sebetulnya bagian dari 4E yang dimiliki anak. Dan mana yang tidak.Memfasilitasi
Memfasilitasi disini bukan berarti kita harus siap dengan segala fasilitas dan kemewahan yang memudahkan.

🌀 Memberi fasilitas disini artinya memberikan ruang, kebebasan bagi anak untuk mengekspresikan apa yang menjadi bakat yang dimilikinya. 
🌀 Memberikan apresiasi atas kelebihan yang dilimilikinya, sehingga anak akan merasa percaya diri dengan kelebihan yang dimilikinya
🌀 Memberi tantangan
🌀 Merancang kegiatan bersama dalam rangka mengembangka talents anak.

Selalu siap untuk memulai kembali
Try and trial itu sangat dibutuhkan dalam menemukan passion. Jadi ketika anak kehilangan passion dalam satu hal, tidak perlu terlalu rendah diri dan merasa gagal.  Maka bersiap siaplah ketika mereka menawarkan sebuah minat yang baru.
Tidak perlu merasa khawatir ketika minat anak cenderung berubah ubah dan sering berganti. Karena passion yang sesungguhnya tidak akan pernah berganti. Passion itu akan selalu sama, dan dia akan terus 'nagih' sepanjang hidupnya.

Menemukan bakat anak anak dan membantu mereka mengembangkan bakatnya menjadi sebuah kekuatan

"The real task of parenting is not to prepare the path of our children - rather , to prepare them for the path they will inevitably need to walk"

Wayne Hammond

Sesi Tanya - Jawab :

Suci - Pekanbaru

1. Kapan bakat anak bisa terlihat, apa sejak bayi bisa terlihat bakat nya?
2. Bagaimana kita memetakan bakat anak yang belum bisa menentukan kesenangan nya sendiri (terlalu banyak di"setir" dari kecil) hingga pasif dalam suatu hal.

Jawaban :

Ada beberapa sifat atau karakter asli yang memang sudah dapat teelihat sejak bayi. Misalnya ada bayi yang ketika meminta ASI dia gak sabaran, cenderung memaksa. Tapi sebaliknya ada yang cenderung tenang juga. Hal hal seperti ini baiknya ditulis dalam lembar pengamatan dan portofolio untuk diamati apakah memang karakter ibu berlanjut pada  si anak atau tidak.Yang pertama harus kita lakukan adalah hentikan tindakan  yang terlalu banyak mengintervensi si anak. Tumbuhkan kembali kepercayaan dirinya, biarkan dia mencoba untuk memilih apa yang diinginkannya. Proses ini biasanya gak sebentar tergantung sejauh mana ketergantungan anak sebelumnya akan intervensi orang tua. Kemudian lanjutkan terus mengamati dan mencatat semua perubahan yang terjadi.

Arum - Lampung

Dari ciri2 TM yg sudah dipaparkan, kalau hp dan youtube masuk kedalam 5 kriteria tsb, bagaimana seharusnya sikap kita? Berhubung ada kekhawatiran efek negative dari penggunaan smartphone pada anak usia dini

Jawaban :

Anak anak sekarang memang terlahir di generasi C. Mereka dilahirkan pada zaman dimana segala sesuatu sudah saling terhubung dengan dunia maya. Generasi C/click era. Kebanyakan anak anak yang lahir pada zaman ini adalah mereka yang kreatif, lebih tertarik dengan visual, dan cenderung kurang suka bergerak atau bekerja keras secara fisik.  Dunia maya adalah sebuah keniscayaan. Sebuah zaman yang memang berbeda dengan zaman kita dulu. Disini kita harus bijak bersikap sebagai orang tua.

Karena yang namanya komputer, internet, dlsb mau tidka mau akan dihadapi jiga oleh anak anak kita. Serapat apa pun kita menjauhkan mereka dari dunia maya, mereka tetap akan menghadapinya juga. Karena memang merek ditakdirkan lahir pada era ini. 
Nah alangkah bijak nya jika kita mengenalkan mereka akan dunia digital secara bijak. Agar mereka bisa memilah mana kebutuhan aman keinginan.  Tidak menghalanginya serta merta secara frontal.  

Jika ternyata hal tersebut menarik perhatian anak anak, wajar. Itu dunia mereka. Zaman nya. 
Tinggal bagaimana kita mengajak mereka bijak dalam penggunaannya. Bijak berinternet, bijak memilah tontonan, bijak mengatur waktu. 

Dan jika usia dini, ada baiknya jangan dlu lah dikenalkan dengan smartphone. Karena smartphone itu buat usia segitu belum banyak gunanya. Selain main game.

Perbanyak aktifitas fisik, bermain secara sungguhan, tentu akan membuat mereka tidak lagi tertarik akan adanya gadget.  Karena nonton youtobe sama main game mah gak bisa masuk sebagai aktifitas produktif. Tidak menghasilkan kan? Kecuali jika dia nonton hanya untuk mencari referensi saja. Misal senang akan wayang, tidak ada pertunjukan wayang, si anak nonton satu atau dua pertunjukkan lewat youtube. Kemudian mempraktekannya. Nah itu lain lagi. Hanya sebagai referensi dengan waktu yang terbatas. Dan ditemani orang tua.

Sekali lagi bijaklah dalam menggunakan media internet

3. Amalia - Singapura

Bagaimana kah kita membedakan antara Bakat dengan Minat seorang anak? Bgmn bila anak yg merasa jenuh dengan bakat yang kita asah dalam program latihan rutin?

Jawaban :

Sedikit catatan jika jenuh, maka bisa dipastikan itu bukan bakatnya. Karena definisi bakat itu sendiri, tidka mengenal yang namanya jenuh dan bosan. Selamanya seumur hidupnya. Dia akan menemukan cara cara lain dan cara baru agar selalu bersemangat melakukan apa yang menjadi bakatnya tersebut.

Jika bosan atau jenuh, maka hal tersebut bisa menjadi catatan.
Bakat adalah hal natural yang ada di dalam jiwa seseorang. Itu tumbuh alami. 
Sedangkan passsion, atau minat biasanya lebih banyak dipengaruhi oleh lingkungan, keadaan dan kebutuhan.

Passion biasanya akan menemukan titik jenuh, lelah, dan bosan. 
Sedangkan bakat, dia akan terus menerus minta untuk dilakukan. Seumur hidupnya.

4. Dieni - Singapura

Tentang memberikan banyak pengalaman dan memperkaya kegiatan, apa yg tercakup dalam Pandu 45 itu? 
Bagaimana kiatnya menjaga supaya tidak berlebihan ya, antara memperkaya kegiatan dengan malah terlalu banyak diikutkan les ini itu? 
Misalnya saja kalau saya ingin mengenalkan anak saya dengan melukis/menggambar, ketrampilan menulis, bela diri, berenang, craft (merajut, menjahit), coding, dll, sedangkan tidak mungkin saya/suami yg mengajarkan semuanya. 
Sedangkan kalau tidak 'disengaja' diikutkan kegiatan dengan komunitas di luar, apakah nanti si anak malah kurang kaya wawasan?

Jawaban :

Mengenalkan banyak wawasan itu bukan artinya semua ke 45 kegiatan kita cobakan pada anak. Cara mengenalkan itu banyak. Bisa lewat pengamatan, misal mengajak anak mengamati suatu kegiatan. Baik secara langsung ke lapangan atau lewat media lain. 
Mengenalkannya pada orang-orang yang melakukan hal tsb dan mengajak mereka berinteraksi dengan orang orang itu. Tour the talents.

Yang dicobakan cukup kegiatan kegiatan yang memang anak inginkan untuk mencobanya. Kegiatan kegiatan yang memang si anak tertarik sungguh sungguh ingin mencoba.

Berkomunitas akan sangat membantu dalam hal ini. Saat memiliki komunitas, kita bisa sama sama dengan komunitas mengajak anak  tour the talents, mencoba sesuatu tanpa perlu memasukan mereka pada lembaga kursus terlebih dahulu sebelum si anak betul betul ingin melakukan sebuah hal. 
Dalm tour the talents minimal anak bisa melihat, dan mencoba. Jika itu bagian dari bakatnya, si anak secara natural akan tertarik untuk melakukan hal tersebut

5. Fahma Nurdiana M - Cilacap

Bakat anak itu sangat beragam, pertanyaan saya:
1. Bagaimana caranya menjadi ibu yang bisa jeli memilah kebiasaan anak, manakah yang termasuk bibit bakat dan manakah yang hanya aktifitas biasa ( ikut ikutan )?
2. Bagaimana cara menstimulasi bakat anak jika disesuaikan dengan karakter anak itu sendiri?
Misalnya:
Menstimulasi anak aktif
Menstimulasi anak pendiam
Menstimulasi anak yang selalu banyak bertanya
3. Kesalahan yang dapat berakibat fatal yang sering dilakukan orang tua adalah tanpa sengaja mengucapkan kata yang keras kepada anak / marah ( karena banyak faktor )
Dan biasanya reaksi anakpun beragam...
Bagaimana cara mengembalikan kondisi psikologis anak setelah keadaan tersebut agar proses perkembangannya tidak mandek dan terhambat.

Selain kami orang tua selalu berusaha untuk menghindari kejadian seperti ini.

Terima kasih bunda....

Jawaban :

Bakat dalam talents mapping ada 34 tema bakat yang berupa sifat produktif, dan ada 11 yang berupa kelebihan fisik.

Pertama memang orang tua baiknya memahami terlebih dahulu tentang tema tema bakat yang ada. Kemudian, orang tua pun baiknya mengobservasi diri sendiri untuk menemukan bakatnya. Menemukan panggilan hidupnya. Dengan demikian, orang tua memiliki pengalaman dalam hal ini. Sehingga lebih mudah saat saat mengobservasi bakat anak.

Kemudian saat mengobservasi bakat anak, hindarilah rasa tergesa gesa dan ingin segera menemukan bakat anak. Rileks tidak perlu terburu buru menyimpulkan. Anak anak masih akan terus berkembang sesuai dengan lingkungan dan pengetahuannya.

Tetap catat segala perubahan yang terjadi. Disana kita akan menemukan sebuah pola pengulangan pengulangan sifat produktif atau kelebihan fisik. Terus observasi sampai nanti akan ketemu  benang merahnya.

Proses observasi dan pencatatan  inilah yang paling penting dlam menemukan bakat anak.
Disini nanti akan terlihat mana yang hanya sekedar ikut ikutan, dan mana yang betul betul keluar dari dalam dirinya.Bahkan sifat suka ikut ikutan pun bisa dikarenakan oleh bakatnya. Kita perlu observasi mengapa si anak senang ikut ikutan, apa yang dia cari, dan bagaimana jika ia  tidak melakukan hal tersebut. Ini bahkan jika digali kita bisa saja menemukan sebuah bakat atau kekuatan disana.

Misal ada anak senang ikut ikutan karena dia seorang learner, seornag pembelajar, yang selalu mudah tertarik akan sesuatu yang baru. Yang seperti ini biasanya dia hanya akan ikut ikutan untuk sesuatu yang menurutnya baru, mudah juga tertarik dengan hal.lain lagi, akan bosan jika sudah tidak ada lagi tantangannya, begitu seterusnya.
Disinilah perlunya emphaty dari ornag tua saat mengobservasi. Belajar menempatkan diri kita di posisi si anak. Belajar mendengarkan apa yang sebetulnya menjadi rujuan atau keinginan si anak. 
Observasi dengan emphaty. Tidak hanya sekedar mencatat. Tapi juga mendengarkan...

6. Alienda Sophia - Bandung

Mulai umur berapakah kita sudah bisa mengobservasi talent pada anak ?
Untuk anak usia 2,5tahun, apa sudah bisa disebut talent apabila dia terlihat menggandrungi sesuatu?

Jawaban :

Observasi bisa dimulai dari sejak bayi bahkan. Karena beberapa sifat sudah mulai terlihat di usia tersebut. Jangan terlalu terburu buru memberi label bakat pada anak di bawah umur. Kesukaann anak akan sesuatu memang alamiah di usianya yang belia. Mereka akan mudha tertarik pada sesuatu yang baru yang menarik menurut mereka. Tetapi itu belum bisa menjadi jaminan akan bakatnya. Lebih baik difasilitasi saja sambil mengobsevasi dan dilihat sampai sejauh mana kesukaannya tersebut. Akan lebih jauh kita lihat apa yang membuatnya tertarik, jika diganti dengan objek serupa apakah ketertarikannya akan tetap sama?

Misal anak senang menyanyi. Disini kita observasi lagi apa yang disukai nya dari menyanyi, apakah suaranya memang merdu, menyanyi seperti apa yabg disukainya? Dihadapan banyak orang, saat tampil kedepan kah, atau menyanyi beramai ramai dengan ornag lain, atau apa..
Ini disini dari satu objek saja akan sangat banyak yang perlu kita observasi pada akhirnya.

Tidak perlu terburu buru, ikuti saja alurnya, berikan kesempatan, dan tidak perlu terlalu banyak mengintervensi.

 7. Dinda - Depok

Anak-anak kami sekarang sedang transisi homeschooling setelah 4 tahun bersekolah formal. Kami beberapa minggu ini sedang menguatkan adab dan akhlak mereka utk siap magang beberapa bulan kedepan. Betulkah yang sudah kami lakukan? Ada kah contoh jurnal pencatatan kegiatan anak2 yg bisa kami buat yang dapat merecord 4E mereka di setiap kegiatan?

Jawaban :

Insyaallah teh Dinda tau apa yang paling tepat buat ananda. Saya percaya dengan kekuatan fitrah ayah bunda. Insting orang tua m, fitrah yang dimiliki akan menuntun setiap orang tua agar dapat mendidik anak anak nya sesuai fitrah. 
Setiap keluarga spesial, setiap keluarga memiliki keunikan masing masing. 
Apa yang Dinda lakukan itulah yang terbaik. 
Insyaallah...

8. Fadhila Rahma Pinasthika - Purbalingga

Bagaimana menemukan bakat untuk orang dewasa yang sudah menjadi orang tua namun merasa belum menemukan bakatnya sendiri sehingga kebingungan dalam menemukan bakat anaknya?

Jawaban :

Banyak mengenal diri sendiri. Perbanyak pengetahuan  dan ragam aktivitas agar lebih membuka wawasan.  
Kenali 34 tema bakat dan 11 aktifitas fisik dalam TM. Kemudian observasi diri sendiri. Kenali mana saja dari tema tema bakat itu yang paling sesuai dengan diri kita dengan ciri ciri bakat yang telah saya sampaikan di atas. 
Dan yang paling penting adalah banyak memohon tuntunan pada Allah. 
Memohon padaNya untuk ditunjukkan jalan untuk menemukan misi hidup kita.

9. Ainun Muharomah - Purwokerto

Pertama, Sebelum kita menemukan bakat anak, tentunya kita sebagai orang tua harus tau dulu apa bakat kita. Tapi bagaimana kalo kita sebagai orang tua belum paham apa bakat kita? Apakah terlambat untuk kita belajar menemukan bakat diri kita sendiri? Nah, bagaimana caranya kita menemukan bakat kita terlebih dahulu? 

Kedua, Apakah sama antara passion, bakat dan juga hobi? Trimakasih 🙏

Jawaban :

Jawaban hampir sama dengan pertanyaan sebelumnya. Tidak ada kata terlambat dlaam menemukan bakat. Bukankah lebih baik terlambat dari pada tersesat seumur hidup.😁

Bakat adalah sifat produktif, karakter  yang menjadi bawaan sejak lahir. Yang akan terus menerus seumur hidup tidak berubah dan akan terus meminta untuk dikerjakan. Sebuah ketertarikan dan keterampilan alami dari seseorang.

Minat adalah hal yang membuat seseorang tertarik akan sesuatu. Bisa jadi karena pengaruh lingkungan, keadaan, atau kebutuhan.  Hobi adalah aktifitas  yang disukai seseorang. Biasanya ini berhubungan dengan aktifitas fisik.  Bakat akan selalu menarik minat seseorang untuk melakukannya. Tapi minat belum tentu bakat.

10. Anya - Singapura

Sejak umur berapa hasil talent mapping dianggap sudah cukup akurat untuk diobservasi?

Jawaban :

Idealnya usia minimal 15 tahun baru seseorang untuk mengikuti tes TM. 
Pada usia tersebut diharapkan seseorang telah memiliki cukup wawasan pengetahuan dan kedewasaan dalam menentukan pilihannya

Akan tetapi Abah Rama, penemu TM pernah meng assessment anak usia dibawah  itu dan hasilnya sudah ajeg dan bagus serta sudah mengarah. Hal ini karena anak tersebut sudah memiliki banyak wawasan, dan pengalaman.

Dan sering juga kejadian orang orang  yang sudah dewasa dengan usia di atas itu tapi masih bingung dan blm bisa menemukan dirinya. Dan masih kesulitan saat mengisi assessment

Jadi sekali lagi tergantung pada personalnya lagi akhirnya

11. Myra - Kuala Lumpur

Bisa dijelaskan apa itu checklist Pandu 45 dan contoh penerapannya untuk anak usia 4 tahun? Bagaimana cara mengetahui bakat anak usia balita yang masih moody (mudah bosan)?

Jawaban :

Pandu 45 adalah panduan  aktifitas2 yang bisa dilakukan oleh anak untuk menemukan kekuatannya. Aktivitas produktifnya.

Balita memang masih akan berubah ubah. Masih akan terus mengeksplorasi sekitar. Termasuk dengan minatnya juga yg tentu akan terus berubah. Yang perlu orang tua lakukan adalah mengobservasi, melakukan pencatatan rutin terhadap aktivitas anaknya.

Sekali lagi, jangan terburu buru, tidak usah tergesa gesa menemukan bakat anak. Biarkan tumbuh sesuai fitrahnya. Jangan terlalu banyak menggegas. Just relax...

45 aktivitas dlm pandu 45 yg perlu diperkenalkan ke anak-anak (Sumber: Bu Septi Peni)

1. Mengendalikan orang
2. Menengahi konflik
3. Mengatur Orang 
4. Berjualan
5. Menyeleksi orang
6. Mengkomunikasikan
7. Mewakili
8. Memotovasi
9. Mendidik
10. Merawat 
11. Melayani
12. Merancang 
13. Mencipta
14. Mensistesis
15. Memasarkan
16. Membuat strategi
17. Membuat visi
18. Menganalisis
19. Menata Keuangan
20. Memulihkan
21. Mengevaluasi
22. Meneliti
23. Menulis
24. Menginterpretasi
25. Menata administrasi
26. Memproduksi
27. Menjaga mutu
28. Menjaga keselamatan
29. Mendistribusikan
30. Mengoperasikan
31. Akting 
32. Menata kecantikan
33. Seni lukis
34. Seni musik
35. Menyanyi
36. Memperagakan busana
37. Menari
38. Memasak
39. Memelihara lingkungan
40. Keterampilan tangan
41. Kerajinan tangan
42. Keterampilan fisik
43. Bercocok tanam
44. Berolahraga
45. Berternak

12. Husna - Bogor

1. Bagaimanakah hubungan antara minat dengan bakat? apakah selalu ada kolerasi antara keduanya? 
2. Apabila ada hal yang diperkirakan itu adalah bakat, namun dalam waktu tertentu ada rasa bosan melakukannya, apakah masih dikategorikan bahwa itu bakat atau itu hanya sebuah minat saja? 
Terimakasih banyak

Jawaban :

Kalo bakat, secara alami akan memacu minat. Tapi minat, belum tentu bakat. 
Kalo bosen pasti bukan bakat. Karena bakat gak akan pernah menimbulkan kebosanan
Secara alami bakat akan terus menarik bagi org tersebut. 

13. Sakinah Luthfi - Singapura

Bagaimana jika ortu melihat potensi pada anak lalu memasukkannya ke activity itu tapi anak merasa tidak suka? 
Misalnya saya lihat anak saya jago renang tapi dia ga suka dimasukkan ke ekskul renang disekolahnya. 

Apakah ekskulnya perlu distop mengikuti keinginan anak atau tetap dilanjutkan walaupun anak terpaksa?

Jawaban :

Baiknya tidak dipaksa. Karena kursus bukan satu satunya cara untuk belajar. Bahkan cara belajar anka pun berbeda beda. Ada yang cocok dengan gaya belajar formal seprti di sekolah atau kurus, tapi ada yang lebih cocok belajar sendiri. 
Dan sebenarnya perlu dicari tau juga apa alasan anak menolak kursus. Apakah karena tempatnya, gurunya, sistem pembelajarannya atau alasan lain

14. Sukma - Jepang

Anak saya perempuan umur 6 tahun Dia sangat suka sekali menggambar dan segala macam yg berhubungan dengan dinosaurus. Saat dia bereksplorasi sesuai kegemarannya, apabila ada pertemuan dengan anak yg memiliki hobi yang sama, temannya ini selalu laki-laki, semoga kedepannya betemu dengan anak perempuan juga. Pertanyaan saya, bagaimana memahamkan bahwa perempuan dan laki-laki sama saja, karena sering kali anak saya jadi menarik diri saat dia merasa ada sesuatu yg tidak bisa dia lakukan karena dia anak perempuan.

Jawaban :

Wah ananda seneng Dinosaurus ya?

Pertama coba dimulai dari lingkungan keluarga dlu bun. Berikan pemahaman dan pengalaman bahwa hal seperti itu wajar. Mulai dari keluarga yang menerima ananda apa adanya. Karena menyukai dinosaurus mah wajar wajar saja. Banyak paleontolog yang seorang wanita. Keren keren lo. Salah satunya adalah Marry Anning. Seorang paleontolog wanita yang terkenal meneliti disnosaurus.

Mulai dari keluarga, berikan dukungan, kepercayaan, dan tumbuhkan keberanian ananda agar tumbuh kepercayaan dirinya

15. Linda Dwihapsari - Lampung

1. Bagaimana cara kita membantu jika ada seorang anak laki - laki usia 11 tahun , tapi belum terlihat bakatnya? 
2. Adakah tips tertentu yang harus dilakukan orangtua juga saudara dekat yang ada di sekitar si anak agar tidak tertinggal jauh dalam menemukan bakatnya?

Jawaban :

Pertama kita perlu memahami dahulu tentang pengertian bakat. Bahwa bakat bukan hanya kelebihan fisik, tapi juga sifat sifat yang produktif.

Anak belum terlihat kecenderungannya biasanya karena kepercayaan dirinya terkikis. Oleh karena itu tumbuhkan kembali kepercayaan dirinya. Berikan kesenpatan dna kepercayaan pada ananda untuk menentukan sendiri apa yang diinginkannya.

Dan mulai kembali dengan 3 B 
Banyak  ragam kegiatan
Banyak wawasan, dan
Banyak bertemu orang

Jangan lupa terus mendampingi dan terus mengobservasi perkembangan perkembangannya. Ulangi semua langkah dari awal

16. Yuna Tresna - Karawang

Bagaimana cara memberikan pengalaman atau pengetahuan baru kepada anak (usia 9 tahun) yang belum apa-apa sudah menolak/tidak mau mencoba? Contohnya: anak sangat suka main bola kemudian ikut sekolah sepak bola (SSB). Lalu orang tua mau mengajak untuk mencoba kegiatan yang lain seperti berenang, panahan, wushu, dll namun anak belum juga mencoba sudah menolak. Apakah bakatnya memang hanya di sepak bola? Terima kasih banyak.

Jawaban:

Perlu didengarkan dahulu alasan penolakan dari ananda. Apa yang membuat ananda menolak kegiatan lain.

Kemudian jika ananda memang belum mau mencoba kegiatan kegiatan tersebut, ya gak apa apa. Minimal kita sudah memberi pengetahuan dan wawasan tentang kegiatan lain. Kalo memang ananda tidak tertarik lebih baik tidak perlu dipaksa. Berarti memang tidak tertarik akan hal itu.

17. Siti Maesaroh - Purwokerto

1 . apakah bakat bisa diturunkan dari orangtua? 
2. bagaimna cara mengetahui kalau anak berbinar binar matanya ? 
3. apakah berbeda antara hobi dan bakat dan apakah saling berkaitan ?

Jawaban :

1. Belum ada penelitian yang membuktikan hubungan antara gen dan bakat.
2.  Amati, observasi, dan dengarkan anak dari hati. Emphati
3. Sudah ada jawaban di pertanyaan sebelumnya

18. Anonim - Jogjakarta

Bagaimana jika kita sudah menemukan hal yang disukai dan enjoy ketika menjalankannya, namun jika dibandingkan dgn orang lain (yang menyukai hal yg sama), prestasi kita jauh dibawah org lain tsb. Apakah yang namanya bakat itu harus ditunjukkan dgn kegemilangan prestasi dan kejuaraan? Bagaimana mengukur bahwa kita sukses dalam bakat kita? Trims

Jawaban :

4E diukur oleh diri sendiri. Termasuk dalam hal excellent. Tidak bisa serta merta secara sederhana dibandingkan dengan orang lain. Uang mengukur adalah diri sendiri. Excelent adalah saat diri kita puas dengan hasil yang kita buat. Puas saat setelah melakukannya.

19. Dessy_Singapura

Apakah ada hubungannya pencarian bakat dgn sifat seseorang (kolerik/melankolis/sanguin/phlagmatis?)

Jawaban :

Secara tidak langsung ada juga. Tapi saya belum bisa membuktikan hal ini. Hanya dari pengamatan sekitar saja. 
Misalnya seorang sanguin biasanya communicator. Dan kuat di bagian berhubungan dengan orang lain, biasanya relator. Dan begitu selanjutnya
Selalu ada hubungan hubungannya dengan ke 34 tema bakat

19. Ratih Indah Puji - Subang

Adakah aplikasi/tes online untuk mengetahui bakat yang dimiliki anak?

Jawaban :

Anak masih berkembang, masih perlu banyak pengetahuan, wawasan, dan pengalaman. Apa yang mereka sukai, minati dan geluti saat ini tidak menjadi jaminan akan menjadi bakatnya kelak sampai dewasa. 
Baiknya tidak perlu memggegas. Observasi aja terlebih dahulu oleh orang tua. Dicatat dan diamati perkembangannya.
Saya ada assessment untuk isian orang tua dalam membantu pengamatan anak. Tapi tidak untuk diisi oleh anak

20. Laily - Pekanbaru

1. Saya sering melihat banyak orang yang mulanya hobi menjadi bakat,karena hobi yang diasah terus menerus akan membuat orang tersebut ahli di bidangnya, misal hobi komputer, lama2 memiliki kemampuan lebih dr sekedar meng-operasikan komputer. Apakah bs dibilang bakat berawal dari hobi?

2. Ketika ada orang dewasa mudah stres dan beberapa tidak tahu bakat yg dimiliki, darimana diperbaikinya bu? Terima kasih

Jawaban :

Jika bakat pasti akan selalu menimbulkan minat. Dan akan mudah untuk dipelajari. Hingga pasti akan mudah menjadi hebat pada hal tersebut.
Untuk orang dewasa yang ingin mengetahui bakatnya bisa mengikuti assessment sebagai alat  bantu menemukan diri. Lanjutkan dengan lebih memahami diri dengan observasi dan pemahaman diri.

Membuat Celengan Botol

Selama ini, uang uang di dompet hijaunya gak bisa bertahan terlalu lama. Ah etap saja ya...
Saat emak butuh receh, papa gak ada kembalian, kaka perlu uanga kecil.
Yah...habis deh uang ade.
Akhirnya kita putuskan untuk menbuat celengan juga.
Beberapa hari kita keliling cari celengan, tapi gak ada yang cocok.
Akhirnya kita malah setuju membuat celengan sedrhana dari botol bekas air mineral.
Sudah beberapa hari dan celengan fawwaz sudah lumayan ada isinya.
Tiap pagi minta receh sama emak sisa belanja di pasar.
Dan sore hari minta receh lagi dari papa sisa dari lapangan.
Saat ini memang belim dijatah untuk celengannya.
Untuk tahapan ini, baru sekedar memberikan rasa bahagia saat memasukan uang ke dalam celengan, dan rasa sabar menunggu celengannya penuh.

Rabu, 27 September 2017

Membeli Minuman Sendiri

Hari ini kami terjebak hujan di dalam mall. Terjebak di mall?
Jadi ceritanya hari ini kami pergi dalam kumpulan panitia wisuda online iip. Saat mau pulang, kami terjebak hijan. Hingga akhirnya kami memutiskan berteduh di mall.
Sambil jalan jalan. Dan sedikit bermain di pusat permainan anak.
Telah lelah berkeliling, ternyata hujan belum juga reda. Akhirnya kami memutuskan menunggu di food corner menikmati swpotong roti.
Dan kami kehausan, lupa belum mmebeli air mineral.
Sebetulnya hanya sedikit mengetest saja saat saya minta fawwaz untuk membeli air mineral di kasir.
Rupanya Fawwaz tertarik dan mengiyakan tantangan dari saya.
Saat itu saya berikan uang 5ribu rupiah. Saya jelaskan nominal uang, harga barang, dan berapa kembalian yang harus diterimanya.
Dan...
Berhasil.
Dia pilang dengan membawa sebotol air mineral dingin dengan uang 2ribu rupiah.
Yee...
Fawwaz berhasil...

Selasa, 26 September 2017

FBE series

RESUME  MAJELIS DHUHA KELUARGA AL IMAN

*SERI Pendidikan Berbasis Fitrah* (9)
Oleh Ust. Harry Santosa. M.Si

✍🏼 *Catatan #1*

Fokus pada keistimewaan/keunikan anak. Semua akan ada manfaatnya.

"Kenakalan" misalnya adalah potensi anak yg blm tampak buahnya.

Anak "cengeng" misalnya, bisa jadi bakat seni nya tinggi, akan jadi sastrawan yg tulisannya bs menggerakkan pembacanya.

Anak yg cerewet bs jadi calon mubaligh, insyaAllah.

Keunikan anak insyaAllah akan jadi modal utk peran peradabannya di masa depan.

Tidak mungkin Allah ciptakan anak kita tanpa peran istimewa di masa depan.

Husnudzonlah pada Allah dengan berhusnudzon pada ciptaanNya.

Fokus pada cahaya anak. Jangan fokus pd kegelapan. Cahaya ini makin lama akan makin terang.

✍🏼 *catatan #2*
Fitrah iman pd usia 0-6 thn :

Kuatkan konsep ttg Allah, ttg islam, ttg diri. Full imaji2 positif.

Sholat di usia 7 thn, sesuai fitrah anak. Anak punya waktu 6 thn utk menumbuhkan imaji positif ttg sholat.

Kuatkan Rububiyah. Buat anak keranjingan berdoa. Rububiyah : Allah pemberi rizki, pencipta. Buat anak terpesona dengan Allah. Terpesona dengan islam.

Ada ide bagus dr seorang ibu :
Setiap adzan, peluk anak 0-6 thn, ucapkan :

"Nak, nanti kita masuk surga sama sama ya, nak. Sekeluarga ya naak, Allah sayang ya, Naak"

Bukannya "taring emak keluar" krn nyuruh sholat anak. Adzan harus identik dng kebahagiaan bagi anak.

Bikin anak terpesona dengan kebahagiaan ibu ketika azan/sholat 😄

✍🏼 *catatan #3*
Pendidikan yg di alami Rasulullah di Bani Sadiah :

[ ] Lingkungan yang hanif
[ ] Bahasa ibu yang baik. Anak kelak jadi pandai mengemukakan keinginan dam perasaannya
[ ] Belajar di alam, jng di gedung ya 😁
[ ] Memelihara tumbuhan atau hewan --> mengasah leadership. Executive function.
[ ] Mengasah fitrah jasmani, Rasulullah mendaki bukit sampai puncak.
[ ] Kisah2 keteladanan (bag dr bahasa ibu). Cari tokoh yg relevan dng sifat dia. Kalau suka memimpin, dekatkan dng kisah khalid bin walidnya, misalnya.
[ ] Punya sosok ayah dan ibu yang utuh. Dalam kasus Rasulullah adalah halimatu sadiah dan suami. Seimbang.
Untuk sekolah TK dan SD sangat dianjurkan gurunya laki2 dan perempuan. Kalau ngga punya guru laki2, libatkan para ayah 3x seminggu bergiliran hadir di sekolah.

✍🏼 *catatan #4*
Fitrah iman, jika tumbuh dng baik, maka akan berbuah pd dakwah, pasti ingin berdakwah, ujungnya adalah adab pada Allah.

Fitrah belajar, jika tumbuh dengan baik, maka akan mempunyai peran inovasi yg baik. Adab pd manusia, adab pd alam.

Fitrah seksualitas, jika tumbuh dengan baik, maka akan memiliki peran ayah bunda yang baik. Adab yg baik pada pasangan, pd anak2.

0 - 6 : bermain imajinatif, bermain peran/roleplay.

Kuatkan konsep atas SIFAT UNIK, anak harus bahagia dengan sifatnya apa adanya. Mis : cerewet, suka ngatur, keras kepala, dll.

7 - 10 : sifat unik berubah jadi POTENSI Kasih AKTIVITAS sesuai dng potensi mrk.

11 - 14 : uji potensi anak dng cara magang, ikut club, dll.
Rasulullah magang usia 12.

Akil baligh akan tercapai dengan SEMPURNA jika setiap tahapan dilalui dengan baik sesuai fitrah pada usia tersebut.

Amati anak, observasi, tulis kegelisahannya. Catat perasaannya. Bukan ceklist saja.

Anak punya jiwa. Didiklah jiwanya.

Ramadhan, bukan ceklist ibadah saja. Tanya perasaan anak ketika dengar ceramah, misalnya.
Bersamai anak. Capeklah mendidik ketika usia anak sblm aqil baligh. Supaya kita tidak lelah di usia aqilbaligh mrk

✍🏼 *catatan #5*

Menginstall ulang anak yg fitrahnya telanjur tidak terbangun dengan baik :

[ ] Turunkan ego kita serendahnya, tanya perasaan anak. Tinggalkan kacamata penjajah, gunakan kacamata fitrah.

Bedanya apa?
Kacamata penjajah , ortu fokus : bagaimana solusi, bagaimana merubahnya.
Kacamata fitrah, ortu fokus bertanya mengapa. Mengapa anak begini. Mengapa anak begitu.

Makin banyak kita temukan kenapanya (why) , makin jelas solusinya.

[ ] Ortu taqarrub ilalla . Tahajud, doakan anak. Minta Allah qoulan sadida utk dpt berbicara yg menyentuh jiwa anak. Bergantung pd Allah utk mendidik anak.
[ ] Tidak ada kata terlambat. Selalu rileks dan optimis. Tidak mungkin anak kita ngga punya peran istimewa di masa depan
[ ] Banyak2 ngobrol dengan anak, bangun kedekatan lagi. Beraktivitas bersama anak.

Dituliskan kembali oleh : *Galuh Chrysanti*
Member Komunitas Home Education Based On Talent and Akhlaq (HEbAT)

Senin, 25 September 2017

Belajar Nominal Uang dari Monopoli

Bebrrapa hari yang lalu Fawwaz berhasil membuat papan monopolinya sendiri. Tapi dari kemarin kami memang blm sempat main. Karena terpotong banyak kegiatan lain.
Akhirnya siang ini kami memiliki waktu buat bermain monopoli bersama.
Uang, kartu, dan rumah2an memakai bekas monopoli uang lama.
Siang ini kami belajar tentang uang. Belajar nominal uang dan membandingkan antara nominal di monopoli dengan uang asli.

TM bagiku dan Suami

Saya dan suami sebetulnya adalah dua orang dengan perbedaan yang sangat jelas. Bagai air dan api. Yang satu begitu teratur, rapi, teliti, w...