Rabu, 16 Agustus 2017

Bolu Pisang Kukus made by Fawwaz

Salah satu hal  yang selalu membuat Fawwaz bersemangat dan berbinar binar adalah memasak. Oleh karena itu hari ini kami memutuskan untuk mengeksekusi bahan bolu pisang kukus yang ada di lemari. Pekan lalu, saat belanja pekanan saya melihat tepung bolu instan. Buat keluarga kami yang minim peralatan memasak, tentu saja hal tersebut sangat cocok. Kami memang tidak punya mixer, tidak punya oven juga. hehe... Padahal saya memang senang membuat kue. Ya sudah, tepung instan seperti itu bisa menjadi alternatif. Dan dapat menjadi media belajar juga buat Fawwaz untuk membuat kue nya sendiri. Karena memang cara penggunaannya yang sangat simple.
Siang ini  selepas sholat Dhuhur kami segera mengeksekusi si bolu pisang. Dari pertama rencana ini di sounding, Fawwaz sudah terlihat sangat antusias dan tidak sabar. Terus menerus menunggui saya menyelesaikan semua pekerjaan agar kami dapat segera memasak kue. Melihat antusiasnya, saya makin yakin untuk membiarkannya mengeksekusi sendiri kue tersebut.

Sengaja moment ini saya rekam untuk melihat bagaimana dia melakukan kegiatan ini. Sepanjang kegiatan yang dilakukannya, dia begitu berani, dan menikmati setiap tahapan. Walaupun memang jauh dari kata mahir. Tapi buat pemula, dia melakukannya dengan bahagia.
yang menjadi pertanyaan adalah, bagian mana dari kegiatan memasak ini yang menurutnya menarik. Bagian apa yang sebetulnya membuat hatinya berbinar? Apakah memasaknya, ataukah mencoba tantangannya, melakukan hal yang baru, ataukah meracik dan membuat sesuatu yng baru?

Yang pasti bukan bagian makannya. Karena walaupun dia begitu antusias saat masakannya jadi, tapi dia hanay makan secukupnya saja. Hanya sampai dia merasa kenyang.


Baiklah, ke depan perlu dibuat lagi project memasak yang lain. Mencoba masakan lain yang bukan kue, dan bagaimana reaksinya jika dia tidak melakukan sendiri. Masih perlu pengamatan lagi dan lagi...

Senin, 14 Agustus 2017

Fakta-Realita-Rasa

*Fakta - Realita - Rasa*

Bila kita baca penelitian tentang 87% mahasiswa salah jurusan, atau berapa % dr lulusan boardingSchool menjadi pemuda nakal, bahkan lgbt, yuuk kita baca itu sebagai *fakta* yang memang berdasarkan *data² hasil penelitian*.

Lalu, apakah itu mewakili semua BoardingSchool dan pesantren secara keseluruhan? Tentu saja tidak bukan? Maka mari kita pahami sebagai *realita*. Realita bahwa tidak semua boardingschool seperti itu.

*Realita* bahwa *tidak semua orangtua* sama dengan orangtua Musa, *tidak semua ibu* seperti ibunda Imam Syafi'i, juga *tidak semua anak* adalah lahir sebagai Al Fatih. Ini yang mungkin kita belum bisa menerima, karena yg dilihat adalah contoh di rumah sebelah, di kampung sebelah, bahkan di kota sebelah.

Pertanyaannya,,bagaimana *realita* kita sebagai orangtua yang anak kita setiap hari berada di depan mata. Apakah yakin bahwa kita sama dg orangtua Musa dalam mendidik dan keseharian?, setara dengan ibunda Imam Syafi'i?, juga anak kita apakah yakin *satu level* dengan pemimpin terbaik dari pasukan terbaik yang disebut Rasulullooh dalam hadits?. Yuuk jujur, *pasti realitanya akan berkata TIDAK sama!*

Namun yang pasti, setiap kita punya *keunikan* masing², punya *rasa menjadi orangtua yg berbeda dg org tua yg lain*. Rasa itulah yg sebaiknya digunakan sebagaimana fitrahnya sebagai orangtua.

Bila kita sudah punya *rasa* sendiri², misi mendidik keluarga sendiri², maka apapun itu, tidak akan bisa mempengaruhi prinsip kita.

Dalam HE sering dibilang inside out bukan outside in, *menumbuhkan,bukan menjejalkan. Semua ada waktunya masing², dan semua ada perannya masing, ada tanggungjawab masing², sebagai orangtua,sebagai anak, sebagai guru  dan sebagai peran lainnya*

Selama tidak menyalahi kitabullah dan sunnah, selama sesuai dg peran yg dipilih keluarga,maka selama itu pula *rasa* itu akan tetap sama.

Terakhir yuk rapatkan barisan, selalu adem mengutip salah satu sahabat dan guru HEbAT saya:

*_Membangun peradaban adalah pekerjaan yang terlalu besar untuk dikerjakan sendirian!_* ✊🏼
(Coach Muqiet)

😊🙏

Semua Anak adalah Bintang

_Institut Ibu Profesional_
_Kelas Bunda Sayang sesi #7_

*SEMUA ANAK ADALAH BINTANG*

Anak-anak yang terlahir ke dunia merupakan anak-anak pilihan, para juara yang membawa bintangnya masing-masing sejak lahir. Namun setelah mereka lahir, kita, orang dewasa yang diamanahi menjaganya, justru lebih sering “membanding-bandingkan” pribadi anak ini dengan pribadi anak yang lain.  

*BANDINGKANLAH ANAK-ANAK KITA DENGAN DIRINYA SENDIRI, BUKAN DENGAN ANAK ORANG LAIN*

Jadi kalimat yang harus sering anda keluarkan adalah,

✅ “ *Apa bedanya kakak 1 tahun yang lalu dengan kakak yang sekarang?*"

bukan dengan kalimat

 ❌ “Mengapa kamu tidak seperti si A, yang nilai raportnya selalu bagus?”

❌ ”Mengapa kamu tidak seperti adikmu?” 

Kita, orang dewasa yang dipercaya untuk melejitkan “ _mental jawara_” anak, justru lebih sering memperlakukan mereka menjadi anak rata-rata, yang harus sama dengan yang lainnya. 

*MEMBUAT GUNUNG, BUKAN MERATAKAN LEMBAH*

_Ikan itu jago berenang, jangan habiskan hari-harinya dengan belajar terbang dan berharap terbangnya sepintar burung_

Seringkali kalau ada anak-anak yang tidak menyukai matematika, kita paksakan anak untuk ikut pelajaran tambahan matematika agar nilainya sama dengan anak-anak yang sangat menyukai matematika. Ini namanya meratakan lembah. Anak akan menjadi anak yang rata-rata.

_Burung itu jago terbang, apabila sebagian besar waktunya habis untuk belajar terbang, maka dalam beberapa waktu ia akan menjadi maestro terbang_

Anak yang terlihat berbinar-binar mempelajari sesuatu, kemudian orangtuanya mengijinkan anak tersebut menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mempelajari hal tersebut, maka kita sedang mengijinkan lahirnya maestro baru. Ini namanya membuat gunung. Anak akan memahami misi spesifiknya untuk hidup di muka bumi ini. 

*ENJOY, EASY, EXCELLENT, EARN*

Kita sebagai orangtua harus sering melakukan “ *_discovering ability_*” agar anak menemukan dirinya, dengan cara mengajak anak kaya akan wawasan, kaya akan gagasan, dan kaya akan aktivitas.

Sehingga anak dengan cepat menemukan aktivitas yang membuat matanya berbinar-binar(enjoy) tak pernah berhenti untuk mengejar kesempurnaan ilmu seberapapun beratnya (easy)dan menjadi hebat di bidangnya (Excellent).

Setelah ketiga hal tersebut di atas tercapai pasti akan muncul produktivitas dan apreasiasi karya di bidangnya (earn).

*ALLAH TIDAK PERNAH MEMBUAT PRODUK GAGAL*

Tidak ada anak yang bodoh di muka bumi ini, yang ada hanya anak yang tidak mendapatkan kesempatan belajar dari orangtua/guru yang baik, yang senantiasa tak pernah berhenti menuntut ilmu demi anak-anaknya, dan memahami metode yang tepat sesuai dengan gaya belajar anaknya. 

*ANAK-ANAK TERLAHIR HEBAT, KITALAH YANG HARUS SELALU MEMANTASKAN DIRI AGAR SELALU LAYAK DI MATA ALLAH, MEMEGANG AMANAH ANAK-ANAK YANG LUAR BIASA*

Salam Ibu Profesional,

/Tim Fasilitator Bunda Sayang/

📚Sumber bacaan

_Septi Peni Wulandani, Semua Anak adalah Bintang, artikel IIP, 2016_

_Abah Rama, Talents Mapping, Jakarta, 2016_

_Dodik Mariyanto, Belajar Cara Belajar, paparan seminar, 2016_

Rabu, 09 Agustus 2017

Mengenal Tallents Mapping

FITRAH BASED EDUCATION

Kulwap Tallents Mapping Komunitas HEBaT Bogor

Video• Posted on August 8, 2017

Oleh : Rima Melanie P

“`Pernahkah kita berfikir mengapa kita sampai terlahir di dunia ini? Apakah hanya karena semata Ayah dan Bunda kita menikah saja?

“` “`Pernah terpikirkah apa tujuan kita terlahir di dunia ini? Untuk beribadah pada Allah SWT. Tentu saja.

Tetapi pernahkah kita berfikir, Mengapa saya? Karena kita semua yakin bahwa Allah tidak pernah menciptakan sesuatu dengan sia sia. Termasuk kita tentunya.

Adakah maksud maksud tertentu akan kehadiran kita di muka bumi ini?

Adakah misi spesifik, tujuan khusus atas kelahiran kita disini?

Lalu kemudian beralih pada fitrah yang kita miliki.

Mengapa tidak ada satu orang pun di muka bumi ini yang memiliki sifat, karakter, dan kebiasaan yang sama?`

“ “`Apakah tujuannya?

“` Jika kita menelaah dan memahami lebih jauh surat Al Israa ayat 84. _”Katakanlah (Muhammad), “Setiap orang berbuat sesuai dengan pembawaannya masing-masing.” Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya._

Disana dijelaskan bahwa tiap manusia akan berbuat sesuai dengan pembawaannya. _*Syakillah, fitrah, bawaan.*_

 *Mengapa?*  Lebih lanjut lagi…

_Bahwa tiap manusia ketika dilahirkan ke dunia, mereka mempunyai misi spesifik yang harus ditunaikan. Untuk membantu menyelesaikan misi tersebut, Allah memberikan potensi2 kekuatan yang berupa fitur unik atau lebih kita kenal sebagai *fitrah*._

Definisi bakat dalam Talents Mapping diambil dari sana. Yaitu sebuah sifat (personality) yang produktif. Yang apabila digunakan akan memberikan manfaat sebesar besarnya untuk menghasilan sesuatu.

 *Lalu bagaimana kita memahami bakat kita?* 

Tentu saja kita perlu lebih memahami, memperhatikan, dan menyelami diri kita sendiri. Agar kita lebih mengenal siapa diri kita, apa saja yang menjadi potensi kekuatan2 dalam diri kita, dan apa yang menjadi kelemahan dalam diri.

_Ada rumus dalam TM untuk memahami apakah sesuatu itu bakat/kekuatan kita atau bukan._

 _*Ciri ciri bakat :*_ 

 *Yearning (nagih).* Hasrat ingin terus melakukan suatu aktivitas tertentu yang membuat sering lupa waktu.

 *Rapid Learning.* Saat mempelajari sesuatu jadi terasa begitu mudah.

 *Flow.* Menjalankan sesuatu mengalir begitu saja. _Persiapan minimal, hasilnya maksimal._

 *Glimpses of excellent.* Aktivitas tertentu memperlihatkan sekelebat keunggulan anda.

 *Satisfication.* Kepuasan hati dalam menjalankan sebuah aktivitas yang membuat anda ingin segera melakukannya kembali.

 *Jadi mengapa memahami bakat itu penting?*  _

Karena bakat berhubungan dengan misi spesifik hidup kita. Karena dengan bakatlah kita akan dapat menyelesaikan dan menuntaskan misi hidup kita._ _Apakah misi kita yang menjadi alasan keberadaan kita di muka bumi ini akan tercapai, sukses, atau bahkan gagal, failed._

 *Memahami bakat, artinya memahami diri kita sendiri.* 

Sebuah petuah bijak menyebutkan : “`Man ‘Arafa Nafsahu Faqad ‘Arafa Rabbahu.“` _Barang siapa yang mengenal dirinya, sungguh ia telah mengenal Tuhannya

._ 

Malam ini kita ngobrol santai ya… Disini yg sudah pernah ikut test TM siapa aja nih…

Talents Mapping Assessment (TMA) isinya lebih detail, lebih menyeluruh memberikan hasil penilaian mulai dari urtan bakat, kemudian potensi kekuatan, strenght cluster, strenght tipology, dan personal branding. Isinya lebih komplit.

Kalo st30 memberi penilaian berdasarkan strengh typology nya saja.

St30 dan TMA minimal usia 15 tahun standarnya.

Walau memang abah Rama pernah juga mengetest beberapa anak dibawah usia itu dan hasilnya memnuaskan. Hal itu karena anak anak tsb sebelumnya memang sudah memiliki pengetahuan yang cukup tentang dirinya sendiri.

Sebetulnya banyak juga sih yg sudah lulus kuliah, bahkan kerja pun ternyata masih bingung juga dengan dirinya. Jadi masih merasa kesulitan saat mengisi assessment TM

Sesi tanya jawab

. Pertamyaan Ummu Amira

Apa pentingnya mengetahui bakat?

Jawaban :

Jadi menurut TM, bakat itu berhubungan dengan fitur unik yang merupakan bawaan atau fitrah dari lahir. Seperti yg sy ceritakan di atas. Bahwa fitrah bakat itu berhubungan dengan misi hidup yg melekat pada tiap pribadi. Dengan mengetahui bakat, kita akan menemukan misi hidup yg kita emban. Yg menjadi alasan keberadaan kita hidup di dunia.

Secara gamblang dijelaskan mengapa kuta harus memahami diri kita, misi hidup, dan apa makna penciptaan diri kita.

Itu adalah penjelasn tafsir surat al isra: 84

. Mba Neta

Jika anak di bawah 10 tahun baru memperlihatkan kesukaannya bahkan cenderung ganti2, kadang yg ortu lihat sebagai bakatnya namun ia malah enggan mengembangkannya apakah itu kesalahan di masa lalu bun?

Jawaban :

Anak usia segitu memang masih akan berubah ubah bun. Karena memang di usia tersebut anak baiknya mengenal banyak ragam kegiatan, memperbanyak wawasan, dan banyak bertemu berbagai macam orang.

Dengan demikian, akan mmepermudah bagi anak menemukan dirinya. Idealnya usia 15 tahun lah bakat anak mulai mengerucut. Jadi Masih observasi ya bund.

. Pertanyaan Bunda Arie
Spertinya saya waktu kecil kegiatannya sedikit ..sekarang punya anak..jadi bingung kasih kegiatan apa ya..dan ajak ketemu siapa ya..biar bisa ketemu beragam orang.. Mohon saran nya Bun 

Jawaban :

Dalam TM ada yang dikenal dengan pandu 45. Ini adalah panduan kegiatan yang bisa dikenalkan orang tua pada anak sebagai media pengenalan berbagai macam kegiatan produktif yg berhubungan dengan potensi bakat.

Pandu 45 diambil dari 30 strenght typologi dan 15 bakat terkait kelebihan fisik. Ini adalah isi dari pandu 45 secara sederhana nya.

45 aktivitas dlm pandu 45 yg perlu diperkenalkan ke anak2

(Sumber: Bu Septi Peni)

1. Mengendalikan orang

2. Menengahi konflik

3. Mengatur Orang

4. Berjualan

5. Menyeleksi orang

6. Mengkomunikasikan

7. Mewakili

8. Memotovasi

9. Mendidik

10. Merawat

11. Melayani

12. Merancang

13. Mencipta

14. Mensistesis

15. Memasarkan

16. Membuat strategi

17. Membuat visi

18. Menganalisis

19. Menata Keuangan

20. Memulihkan

21. Mengevaluasi

22. Meneliti

23. Menulis

24. Menginterpretasi

25. Menata administrasi

26. Memproduksi

27. Menjaga mutu

28. Menjaga keselamatan

29. Mendistribusikan

30. Mengoperasikan

31. Akting

32. Menata kecantikan

33. Seni lukis

34. Seni musik

35. Menyanyi

36. Memperagakan busana

37. Menari

38. Memasak

39. Memelihara lingkungan

40. Keterampilan tangan

41. Kerajinan tangan

42. Keterampilan fisik

43. Bercocok tanam

44. Berolahraga

45. Berternak

. Pertanyaan bunda Neta

Jika sejak kecil memperlihatkan ketidak sukaannya akan sesuatu misal MTK namun jika di dampingi dan di motivasi bisa dan hasilnya baik Namun jk di biarkan kembali tdk suka Apakah motivasi dan pendampingan tsb akan hal2 yg jelas ia tolak akan menyakiti perasaan dan membuatnya jd tdk berkembang fitrahnya

Jawaban:

Jadi ada beberapa hal dalam hidup ini yang mau tidak mau harus kita kuasai. Suka atau tidak suka.

Sama dengan anak yg sekolah formal, suka atau tidak suka ya harus bisa menyelesaikan ujiannya agar bisa lulus sekolah. Nah untuk hal hal seperti itu, menjadi bisa saja sudah cukup. Tidak perlu diperdalam sampai ahli atau jago. Karena untuk hal hal yg memang bukan bakat, kita mungkin saja jadi aahli di bidang tersebut, tetapi itu terbatas ruang dan waktu. Akan banyak yg dikorbankan. Baik itu dr waktu, tenaga, pikiran dan sebagainya. Akan tetapi saat kita emngasah bagian yg menjadi kekuatan kita, maka hal itu akan berjalan begitu mudahnya. Dengan hasil yg luar biasa. Jadi mengapa kita masih harus menyia nyiakan waktu dan hidup kita untuk mengasah sesuatu yang memang sulit.

Padahal jika kita mengasah bagian kuatnya akan lebih menyenangkan? Sama seperti pisau. Bisa saja kita mengasah bagian atas pisau jadi lancip dan tajam. Tapi berapa lama? Berapa banyak waktu yg harus dihabiskan? Apakah waktu kita hidup didunia cukup utk hal itu? Padahal jika kita mengasah bagian yg tepat, akan sangat lebih mudah dilakukan?

. Pertanyaan Bunda Neta
Kalau dr 45 aktivitas yg mengasah tsb bagaimana mengelompokan kegiatannya yg di sesuaikan dgn usia, jk di usia 10 tahun blm kelihatan kesukaannya apakah di ulang kmbali Lalu untuk kegitan tersebut kita Buat kegiatannya atau kita amati saja lalu catat dan pantau perkembangannya

Jawaban :

Usia tentu kita paling paham mana yang paling pas bagi anak anak. Beberapa anak sdh dpt terlihat beberapa hal dibanding dgn anak lain Misal anak yg punya bakat memimpin dr kecil sekali bahkan dr bayi akan sangat terlihat sifat teguh pendiriannya. Jika memang belum terlihat coba diamati lagi bun, makin ke dalam. Ingat bahwa bakat adalah sifat produktif yang bisa bermanfaat. Dan semua orang kan punya sifat, karakter dan kebiasaan. Terus ulangi dan ulangi lagi

Bunda Galuh: Bun neta, dulu pernah nanya ini ke bu septi, bikin tabel ini di buku tulis, contreng stp anak berkegiatan.boleh diarrange ortu boleh tdk.tp nilai plus kl anak mengulang kegiatan inisiatif sendiri.

Bunda Neta: Baik bu galuh…sudah mulai contreng2…tp agak bingung mengenai realisasi bahasa2 aktivitas di atas menjadi sebuah kegiatan Misal klo aktivitas mengendalikan orang itu kita mengamati ya bunda galuh. Klo aktivitasnya menari barulah kita cari video menari 

Bolu Pisang Kukus made by Fawwaz

Salah satu hal  yang selalu membuat Fawwaz bersemangat dan berbinar binar adalah memasak. Oleh karena itu hari ini kami memutuskan untuk men...